Asuransi Kesehatan Aia Apakah Asuransi Kesehatan Aia Yang Paling Trending Saat Ini?

Posted on

Dari permasalahan ini sy menyaksikan ada 3 urusan yg unik :

asuransi kesehatan aia titleasuransi kesehatan aia titleasuransi kesehatan aia title

1. Penjelasan marketing staff pd ketika mempromosikan produknya biasanya masih tidak cukup lengkap. Akibatnya calon konsumen pd kesudahannya merasa “tertipu”. Hal ini bs diakibatkan karena sekian banyak hal, mis : kurangnya pengetahuan si marketing tsb terhadap produk yg dijualnya, si marketing terlalu konsentrasi utk menjangkau target / memasarkan produk shg tidak cukup memperhatikan kepentingan calon konsumennya, dst.
Ini tanggung jawab dari penyedia produk & jasa keuangan utk lebih baik lagi mendidik tenaga2 marketing nya.

2. Di sisi lain, dari mayoritas comment yg ada, nampak jelas bhw pemahaman ybs (dan jg masyarakat anda secara umum) thd konsep dan teknik kerja sekian banyak produk keuangan (tabungan, deposito, unit link, asuransi, dll) masih belum memadai, shg tidak dapat membedakan destinasi dan guna masing2 produk tsb. Ini menjadi problem fundamental shg tidak sedikit yg merasa “tertipu” atau “dirugikan”, sesudah menerima laporan pertumbuhan investasinya yg ternyata nilainya tidak spt yg dibayangkan.
Ini menjadi PR bikin pemerintah, bgmn menciptakan masyarakat menjadi lebih “melek finansial”.

3. Pd ketika menerima dokumen perjanjian / polis, nyaris semua tidak mempelajari isinya dgn detail. Ini kelaziman yg butuh diubah, dan ini sepenuhnya adalah tanggung jawab konsumen / nasabah.

asuransi kesehatan aia title

————————————————————————-

Berikut ini sy coba menyatakan secara singkat bgmn teknik kerja asuransi unit link dan bgmn perbedaan hitungan investasinya dgn deposito.

Pada produk deposito maupun tabungan, semua setoran nasabah bakal dimasukkan menjadi komponen investasi, yg lantas akan dibungakan scr berkelanjutan sekitar masa periode simpanan / deposito. Komponen pengurangnya lazimnya cuma ongkos administrasi bank aja, dan ini seringkali sangat kecil, shg dpt “diabaikan” dalam menghitung pertumbuhan nilai investasi tsb dari bulan ke bulan.
Contoh :
Jika masing-masing bulan menyimpan uang 1 jt, maka sesudah 7 tahun (84 bulan), nilainya bakal menjadi tidak cukup lebih sktr : 84 x 1 jt = 84 jt, plus hasil pengembangan bunganya.

Pada produk bankassurance yg berupa investasi unit link yg dikemas bareng produk asuransi jiwa (spt produk BCA / AIA yg menjadi topik persoalan di diskusi ini), perhitungannya bertolak belakang karena terdapat bbrp komponen ongkos :
– ongkos akuisisi (skemanya dapat bervariasi, tergantung pd produknya)
– ongkos asuransi (ini yg bakal menjadi komponen proteksi)
– ongkos administrasi
– dll.
Biaya akuisisi melulu ada di tahun2 mula aja, sdgkan ongkos asuransi & admin akan tidak jarang kali ada sekitar account / polisnya masih aktif.

Jadi, dari jumlah dana yg disetor oleh nasabah masing-masing bulan, total nilainya sesudah bbrp tahun lantas tidak bakal sama spt pd perhitungan deposito / tabungan.
Contohnya spt yg sdh dilafalkan pd sekian banyak comment di thread ini.
Jadi apakah nasabah dirugikan ?
Jawabannya tergantung pd bgmn teknik kita menyikapinya.

Ada hal fundamental yg perlu dicerna : pada produk simpanan / deposito, konsumen melulu mendptkan guna pengembangan dari dana yg disetorkan.
Sdgkan pd produk unitlink + asuransi, terdapat 2 manfaat, yaitu guna investasi dan guna proteksi.
Misalkan misalnya sbb :
Setiap bulan menyimpan uang 1 jt, maka sesudah 1 tahun (12 bulan) total yg sdh dibayarkan = 12 jt.
Kalau menyaksikan ke laporan bulanan pd ketika tsb, nilai hasil investasi tentu masih paling kecil, jauh dari angka 12jt.
Lalu andaikan pd bulan ke 13, tiba2 (maaf) si nasabah meninggal dunia. Pd ketika itu, asuransinya akan dapat di-claim, dan jumlah guna yg dibayarkan oleh provider dapat jauh lebih banyak dibanding 12 jt yg sudah dikeluarkan oleh nasabah.
Bgmn bila nasabah berumur panjang ? Dalam case ini, nilai pengembangan investasi unit link nya yg bakal terus bertumbuh, dan pd ketika yg bersamaan proteksi asuransi jiwanya jg tetap berlaku sebatas usia yg diputuskan dalam polis.
Setelah itu, semua nilai investasinya bakal cair.

Jadi saya dan anda butuh tahu destinasi dari masing-masing produk finansial yg anda beli / ikuti dan bgmn teknik kerja & perhitungannya masing2, spy anda dpt memperoleh guna secara maksimal, dan tdk hingga “keliru paham” kemudian salah memungut keputusan.

Sbg pembanding, kita dapat analogikan spt pd cerita membeli mobil : apakah anda akan melakukan pembelian Inova atau Camry ?
Jawabannya tergantung pd keperluan dan dana yg tersedia.
Kalau kebutuhannya utk membawa tidak sedikit orang & barang, belilah Inova.
Jangan beli Camry kemudian complain koq bayar mahal2 namun daya angkutnya sedikit.
Demikian pula sebaliknya, tidak boleh beli Inova kemudian mengeluh koq shock breaker nya terasa keras, auvi system nya tidak cukup mantap, dll.

Ujung2nya seluruh terpulang kpd keperluan dan pemahaman masing2 konsumen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *