Aplikasi Android Anti Sadap 3 Cara Aplikasi Android Anti Sadap Dapat Meningkatkan Bisnis Anda

Posted on

Dia menanggapi pertanyaan dari audiens, soal teroris yang gemar menggunakan Telegram guna berkomunikasi dan mengoordinir aksi teror lewat software pesan instan tersebut. Telegram di anggap “aman” lantaran obrolan semua pemakainya tak dapat disadap.

aplikasi android anti sadap titleaplikasi android anti sadap title

Durov sendiri ketika tersebut sudah tahu bahwa ada kegiatan grup teroris negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Telegram. Tapi dia bersikeras menjunjung tinggi hal keamanan privasi yang memang telah lekat dan menjadi karakteristik Telegram sejak diluncurkan empat tahun lalu.

“Kami tak mesti merasa bersalah. Kami mengerjakan hal yang benar, yakni mengayomi privasi pemakai,” imbuh Durov.

Baca: Cibir WhatsApp, Telegram Bangga Dipakai ISIS

Entah terdapat kaitannya atau tidak, melulu dalam masa-masa sebulan sesudah Durov mengucapkan statement, pada Oktober 2015, jumlah follower channel Telegram yang dioperasikan oleh ISIS terdaftar naik dua kali lipat menjadi 9.000 pemakai.

Layanan chatting ini lantas berulang kali digunakan sebagai medium komunikasi dan koordinasi semua pelaku terorisme dalam melancarkan aksinya di sekian banyak belahan dunia.

aplikasi android anti sadap title

Dapatkan informasi, ilham dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Telegram, antara lain, dipakai untuk berkomunikasi oleh pelaku serangan di Paris pada 2015, serangan malam tahun baru 2017 di Turki, dan serangan di St. Petersburg pada April 2017.

Di Indonesia, sebanyak tersangka terorisme yang diciduk pada Desember 2016 menyatakan belajar menciptakan bom dengan mengekor arahan lewat Telegram.  

Telegram dan Teroris

Sebuah studi yang diluncurkan sejumlah waktu kemudian mengungkapkan bahwa Telegram menjadi platform komunikasi opsi untuk semua pelaku terorisme, laksana grup ISIS dan Al-Qaeda. Tetapi terdapat apa di balik kesenangan mereka terhadap Telegram?

Semenjak awal, Layanan chatting itu diketahui tidak jarang kali mengedepankan diri sebagai platform messaging yang aman dari intipan pihak lain. Fiturnya dalam urusan ini tergolong enkripsi end-to-end yang menangkal pesan dihadang dan dibaca, kecuali oleh pengirim dan penerima.

Keunikan Telegram dalam urusan privasi dan sekuriti membuatnya sukses merengkuh sampai 100 juta pemakai pada 2016. Namun, Jade Parker, peneliti senior dari grup penelitian TAPSTRI yang berfokus pada pemakaian internet oleh teroris, mengungkapkan bahwa enkripsi penjamin kerahasiaan bukanlah satu-satunya hal yang unik teroris ke platform Telegram.

Enkripsi sudah ikut diterapkan penyedia layanan sejenis laksana WhatsApp, tetapi Telegram masih berada selangkah di depan sebab menyediakan sekian banyak fasilitas beda untuk mempermudah komunikasi, baik yang mempunyai sifat rahasia ataupun terbuka, dari pribadi ke pribadi ataupun menarget kalangan yang lebih luas.

Channels di Telegram misalnya, mempunyai sifat terbuka guna publik dan bebas dibuntuti oleh pemakai beda (follower). Karena tersebut pula, channels sering dipakai oleh teroris sebagai sarana guna menyebar propaganda, dengan teknik broadcast konten. Ada pun groups, private message, dan Secret Chat.

Berbeda dari pesan biasa di Telegram yang dapat diakses dari sekian banyak perangkat sebab berbasis cloud, pesan Secret Chat hanya dapat diakses melewati dua perangkat, yakni perlengkapan pengirim yang menginisiasi pembicaraan dan perlengkapan penerima.

Isi percakapan dapat dihapus kapan pun, atau diatur supaya terhapus secara otomatis.

Kombinasi sejumlah fasilitas bertolak belakang ini, menurut keterangan dari Parker, mempermudah grup teroris laksana ISIS dalam menggunakan Telegram sebagai “pusat komando dan kendali”.

Seorang teroris, misalnya, dapat memperoleh video suatu serangan teror lewat Secret Chat, kemudian menyebarkannya ke follower di Channel sebagai propaganda.

“Mereka berkumpul di Telegram, kemudian pergi ke platform beda yang berbeda-beda. Informasinya dibuka di Telegram, kemudian menyebar ke Twitter dan Facebook,” ujar Parker, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Vox, Sabtu (15/7/2017).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *