Harga Hp Jaman Dulu Nasihat Terburuk Yang Pernah Kami Dengar Untuk Harga Handphone Jaman Dulu

Posted on

Mana hasil kerja satgas pemberantasan sindikat migas itu? Nihil dan tak terdapat hasil positifnya sama sekali

harga handphone jaman dulu titleharga handphone jaman dulu titleharga handphone jaman dulu title

– FX Hadi Rudyatmo

Kenaikan yang dilaksanakan secara sepihak ini menuai reaksi negatif dari sebanyak pihak, tak terkecuali Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo (Rudy) yang pun sahabat dekat Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia bahkan mempertanyakan kinerja Satgas Pemberantas Mafia Migas bentukan Presiden Jokowi sejumlah waktu lalu.

“Mana hasil kerja satgas pemberantasan sindikat migas itu? Nihil dan tak terdapat hasil positifnya sama sekali,” ujar Rudy untuk wartawan, Minggu (29/3).

Padahal, pada era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), PDIP adalah salah satu partai yang sangat gencar menolak eskalasi harga BBM. Bahkan, partai besutan Megawati Soekarnoputri ini tak segan melangsungkan unjuk rasa sampai ke Istana supaya kenaikan dibatalkan.

harga handphone jaman dulu title

Aksi demonstrasi menolak eskalasi harga BBM ini sempat dilaksanakan anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka. Rieke dua kali sedang di tengah semua demonstran untuk mendesak SBY membatalkan kepandaian yang disebutnya memberatkan rakyat kecil tersebut.

Tak melulu di medan terbuka, upaya menggagalkan eskalasi BBM pun terjadi di dalam gedung parlemen. Dengan sekuat tenaga, semua politikus PDIP berjuang mengganjal persetujuan RAPBNP 2013 yang salah satunya mengandung pengurangan subsidi guna BBM. Bahkan, mereka memilih walkout saat permintaannya tak diakomodir beberapa besar anggota DPR ketika itu.

Setelah pemerintahan berganti ke tangan Jokowi, Rieke yang sangat bersuara lantang ini mulai melunak. Bahkan, perempuan yang sempat bermain di sitkom ‘Bajaj Bajuri’ tersebut balik menyinggung pemerintah SBY dan Pertamina yang bersalah sampai membuat Jokowi mesti mendongkrak harga BBM.

“Saya dapat mengatakan dengan bukti-bukti yang ada, bahwa Pertamina dibuat kropos oleh perusahaan swasta ini dengan dalil ini itu,” katanya untuk wartawan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu, (19/11).

Tak melulu Rieke, politikus PDIP lainnya, Ribka Tjiptaning pun mengancam pemerintah bakal mengerahkan 15 ribu orang ke Istana guna menolak eskalasi harga BBM. Bahkan, massa itu akan dipimpinnya sendiri.

“Saya anggap perjuangan terdapat dua, parlemen dan ekstraparlemen. Kalau di parlemen buntu dan gagal mesti pakai langkah kedua, berusaha bersama rakyat dalam ekstraparlemen,” kata Ketua DPP PDIP Ribka Tjiptaning di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (17/6/2013).

Mereka pun membagi-bagikan kitab soal sikap penolakan di sela-sela rapat paripurna soal RAPBN-P 2013 tersebut. Buku berukuran selama 20×10 cm diberikan oleh staf fraksi PDIP untuk wartawan dan orang-orang yang muncul di luar ruang rapat paripurna.

Buku tersebut berisi gagasan postur APBN-P 2013 versi PDIP melewati program pro desa, guna menghadapi postur APBN-P 2013 yang akan diabsahkan dalam rapat paripurna hari ini. Buku kecil juga disinggung akan diberikan kepada masyarakat sebagai pengetahuan.

“Kami telah bagikan kitab kecil. Kenapa PDIP memiliki postur tandingan, sebab sampai ketika ini pemerintah belum mendongkrak BBM dan DPR membicarakan APBN-P 2013,” kata Ketua Fraksi PDIP Puan Maharani.

Buku berjumlah 24 halaman tersebut menjabarkan rinci mulai dari apa tersebut APBN, kenapa APBN negara defisit sampai-sampai harus merubah APBN dan mendongkrak harga ВВМ. Kemudian sikap fraksi PDIP sampai gagasan PDIP guna postur APBN-P 2013.

“Kenaikan harga BBM bersubsidi hanyalah upaya pemerintah untuk mendapat dana Rp 43 triliun yang akan dipakai untuk program pencitraan laksana BLSM dan Bansos sejumlah Rp 30 triliun,” demikian kutipan kitab kecil itu.

Dengan naiknya harga BBM ketika ini, apakah PDIP akan kembali mengindikasikan tajinya dengan menolak eskalasi BBM? Kita tunggu saja. [tyo]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *