Tanaman Hias Anthurium dan Cara Budidaya

Tanaman Hias Anthurium

Anthurium adalah tanaman hias daun yang berasal dari Amerika. Di daerah asalnya, tanaman ini dapat tumbuh baik dalam cuaca tropis seperti Amazon. Salah satu jenis tanaman hias Anthurium yang pernah nge-hits di Indoneisa adalah Jenmanni. Jika Anda tertarik untuk dengan tanaman hias daun ini, berikut Panduan Lengkap Budidaya Tanaman Hias Daun Anthurium.

Tanaman Hias Anthurium

Salah satu daya tari tanaman hias daun Anthurium adalah pada bentuk dan pola urat daunnya. Daun Anthurium  yang berwarna hijau mengkilap, kompak dan  terlihat kokoh menyerupai lembaran-lembaran baja dihias serat daun yang rapi. Yang menjadikan tanaman hias daun ini bernilai bisnis tinggi adalah karena tanaman ini memiliki pertumbuhan yang lambat. Satu tanaman Anthurium baru akan muncul daun setelah 2-3 bulan semenjak ditanam. Bagi pecinta Anthurium, biarpun perkembangannya lama, nanum sebanding dengan keindahan yang dihasilkan tanaman hias daun ini.

Faktor Yang Mendukung Tanaman Hias Daun Anthurium Tumbuh dengan Baik

Media Tanam

Tanaman hias daun Anthurium dapat tumbuh pada tempat dengan ketinggian 1.400m dpl. Intensitas sinar matahari yang baik adalah sekitar 30-60%. Intensitas cahaya matahari secara langsung akan membuat daun tanaman ini menjadi berwarna kuning. Sebaliknya jika kekurangan cahaya, pertumbuhannya akan menjadi lambat. Budidaya tanaman hias daun Anthurium dalam skala besar biasanya menggunakan paranet sebagai media untuk menaungi. Pilih paranet yang mempu menyerap sinar matahari sampai 70%.

Anthurium akan tumbuh baik pada suhu 18-20 derajat celcius dalam malam hari dan 27-30 derajat celcius dalam siang hari.

Meskipun Anthurium dapat tumbuh banyak sekali madia tanam, tetapi akan lebih baik bila menggunakan media tanam bersifat porous. Yaitu campuran antara sekam bakar, sekam biasa & pasir. Ini penting buat diperhatikan, lantaran pertumbuhan daun yg baik akan bergantung dari media tanam yg baik juga.

Perhatikan pula peredaran udara pada wadah atau pot yg dipakai.

Untuk menghindari agresi fungi, lakukan perendaman dalam larutan anti jamur (fungisida) terhadap media tanam sebelum dimasukkan ke dalam pot. Apabila flora Anthurium sudah mulai tumbuh akbar, perhatikan pertumbuhan akarnya. Apabila media pot sekiranya telah nir menampung, pindahkan ke pot yg lebih akbar.

Contoh Campuran & Komposisi Media Tanam:

  • Sekam bakar dan cacahan pakis dengan perbandingan 4:1. Bisa ditambahkan pupuk dekastar atau oskomot atau pupuk kandang yang telah difermentasi.
  • Sekam bakar, andam dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1
  • Humus, pupuk kandang dan pasir dengan perbandingan 5:5:2

Pemeliharaan & Perawatan

Pemeliharaan tanaman hias daun Anthurium meliputi parawatan tanaman, penyiraman dan pemupukan. Penyiraman dilakukan sehari sekali, jaga agar air tidak menggenang. Sedangkan pemupukan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan unsur hara pada Anthurium. Berikan pupuk decastar setiap tiga bulan sekali. Untuk perkembangan daun, berikan pupuk grownmore, yang diberikan/dicampur pada saat penyiraman, bisa sati minggu sekali.

Daya tarik tanaman Anthurium adalah daun, maka itu diperlukan perawatan ekstra terhadap daun. Daun Anthurium perlu dibersihkan agar terlihat tetap segar, tidak kotor, dan warna hijaunya tetap mengkilap. Membersihkan daun dapat dilakukan dengan menggunakan tissue basah dengan mengelapnya di daun. Untuk menghindari daun yang menguning, tempatkan Anthurium agar tidak terkena sinar matahari secara langsung.

Memperbanyak Tanaman Anthurium

Perbanyakan tanaman hias daun Anthurium dapat dilakukan dengan 2 cara, generatif dan vegetatif.

Generatif

Anthurium adalah jenis tanaman berumah satu (terdapat 2 jenis kelamin dalam 1 tanaman). Namun dalam prosesnya, penyerbukan sangat jarang terjadi pada kasus Anthurium. Hal tersebut dikarenakan bunga jantan dan bungan betina tidak masak dalam waktu bersamaan. Maka yang bisa dilakukan adalan penyerbukan buatan yang dilakukan secara silang. Proses ini justru akan dapat menghasilkan varietas baru yang lebih cantik.

Serbuk sari atau bunga jantan yang sudah masak pada Anthurium akan berwarna kuning dan mudah rontok. Sedangkan untuk bunga betina ditandai dengan adanya lendir pada putik daun. Biasanya bunga betina siap diserbuki pada 2-3 minggu setelah mekar, atau bisa menandai dengan adanya serangga yang datang ke bunga itu. Jika keduanya (bunga jantan & betina) sudah siap segera lakukan proses penyerbukan buatan. waktu terbaik untuk ini adalah pada pagi hari antara pukul 7-10. Oleskan serbuk sari yang telah bersih ke cotton bud dan oleskan ke putik bunga yang lengket.

Selanjutnya tutup bagian bunga dengan kantong plastik selama dua bulan. Setelah itu, lepas bunga dari pohon dan rendam dalam aquades selama 10 menit agar biji yang menempel dapat terpisah. Biji biji inilah yang setelah dikeringkan akan siap untuk disemai.

Vegetatif

Cara memperbanyak Anthurium selanjutnya adalah dengan cara vegetatif. Kelebihan dari cara ini adalah proses perbanyakan akan lebih cepat, tanaman akan tumbuh lebih cepat pula. Namun kekurangannya adalah, hasilnya tidak bisa sebanyak dengan cara generatif. Adapun langkah langkah memperbanyak Anthurium dengan cara vegetatif adalah sebagai berikut:

  1. Angkat tanaman

Cabut Anthurium dari medianya. Bersihkan media yang masih menempel pada akar Anthurium.

  • Potong bonggol
  • Bonggol dipotong menjadi 2 bagian. Penting: kedua potongan harus mempunyai akar.

  • Oleskan ZPT
  • Bekas potongan olesi dengan ZPT yang bertujuan agar merangsang pertumbuhan.

  • Tanam kembali
  • Kedua baggian potongan di tanam dalam media pot yang terpisah. Media tanam juga harus steril dan porus.

    Demikian Panduan Lengkap Budidaya Tanaman Hias Daun Anthurium. Semoga bermanfaat bagi Anda yang tertarik terhadap tanaman hias yang satu ini. Kunjungi artikel yang lainnya

    Susuruhan Tanaman Hias dengan Multi Manfaat

    Susuruhan Tanaman Hias menggunakan Multi Manfaat

    Susuruhan atau dalam nama ilmiah disebut Peperomia Pellucida biasanya tumbuh secara liar dan tidak diperhatikan. Tanaman hias ini mempunyai habitat tumbuh di tempat yang lembat dan berpermukaan keras seperti dindin pagar dan rumah. Tidak banyak yang tahu kalau Susuruhan sebenarnya memiliki fungsi dan khasiat mengobati bebrapa  macam penyakit.

    Susuruhan Tanaman Hias menggunakan Multi Manfaat

    Suruh-suruhan atau sasaladaan atau katumpangan air merupakan nama nama lain buat menyebut tanaman susuruhan. Tanaman ini mengandung senyawa aktif trimetoksistiren, karyofilen, seskulterpen & minyak asiri aspiole. Beberapa senyawa pada susurah tadi dianggap bisa dimanfaatkan untuk mengobati banyak sekali penyakit. Diantara adalah meredakan tapal jerawat atau saat terkena luka bakar dampak terisram air panas. Mengurangi gangguan ginjal, rematik & sakit perut.

    Di beberapa negara seperti Amerika dan Malaysia, daun susuruhan digunakan sebagai lalapan. Di jawa, tumbuhan ini bahkan sudah sangat terkenal pada mengobati banyak sekali penyakit. Mengatasi panas pada, gangguan tenggokan, gangguan pencernaan & diabetes dalah macam penyakit yang diyakini sanggup disembuhkan menggunakan flora hias susuruhan.

    Seluruh bagiannya dapat dimakan, namun kebanyakan dikenal menurut manfaat pengobatannya. Efek farmakologinya adalah sebagai analgesik (pengurang rasa sakit) & antiradang (antiinflammatory), diduga terkait dengan efeknya dalam sintesis prostaglandin dalam tubuh manusia. Ia diketahui pula memiliki impak antibiotik spektrum luas, ditunjukkan dalam pengaruhnya pada menekan Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis, Pseudomonas aeruginosa, and Escherichia coli. Ekstrak daun keringnya pada kloroform diketahui menghambat jamur Trichophyton mentagrophytes. Dalam pengobatan tradisional, tumpangan air dikenal menjadi bagian pada pengobatan sakit perut, bengkak, jerawat, kolik, pegal-pegal, sakit ketua, gangguan kemih, & sakit sendi karena reumatik.

    Semoga bermanfaat, & kunjungin jua artikel yang lainnya

    Tanaman Hias Yang Bisa Membersihkan Udara Dalam Ruangan

    Tanaman Hias Yang Bisa Membersihkan Udara Dalam Ruangan

    Fungsi tanaman hias tidak hanya berguna untuk mempercantik interior maupun taman rumah. Jenis tanaman hias tertentu bisa menyerap racun dan membersihkan udara di dalam rumah. Seperti kita tahu banyak senyawa berbahaya yang sering masuk di dalam rumah seperti arbon monoksida, nitrogen oksida, pestisida dan disinfektan dan lain lain. Jenis tanaman hias apa saja yang bisa membersihkan udara di dalam ruangan rumah, berikut diantaranya.

    Tanaman Hias Peace Lily dapat membersihkan udara dalam ruangan

    Peace Lily

    Peace Lily sangat indah buat membersihkan udara. Perawatannya juga sangat mudah, hanya perlu perhatikan penempatannya. Tanaman yg populer sanggup menghilangkan racun benzena & formaldehida ini perlu cahaya & kelembaban tinggi buat tumbuh subur. Daunnya perlu acapkali disemprot dengan air hangat.

    Tanaman Hias Karet Hias untuk membersihkan udara dalam ruangan

    Karet Hias

    Karet Hias, atau Ficus Robusta (nama latin) adalah galat satu tanaman yang manfaatnya menyerap formaldehid dan menghasilkan oksigen. Daunnya berwarna hijau muda, & waktu dipegang teksturnya kenyal. Oleh karena itu, pohon yang satu ini jua dikenal dengan sebutan Rubber Plant. Karet Hias usahakan tidak ditaruh di tempat terlalu jelas, terutama pada bawah sinar surya. Tempatkan pada pada ruangan menggunakan sedikit pancaran sinar.

    Tanaman Hias Palem Kuning dapat membersihkan udara dalam ruangan

    Palem Kuning

    Palem Kuning, atau Areca Palm adalah jenis tumbuhan rumah dengan pelepah daun cukup panjang dan menutupi btg yang beruas-ruas. Rata-homogen tinggi pohon ini bisa mencapai 1-6 meter. Pohon ini wajib ditaruh di loka yg lembab supaya tidak rusak, akan tetapi pada dasarnya palem kuning bisa disimpan di mana saja, terutama di sebelah furnitur yang baru dipernis. Jenis palem ini bisa menyedot polutan yang asal dari senyawa formaldehyde.

    Tanaman Hias Deacaena Daremensis

    Dracaena Deremensis

    Tanaman ini gampang dirawat & memerlukan cahaya jelas buat tumbuh fertile. Dracaena mampu beradaptasi hayati di area dengan cahaya rendah apabila penyiraman airnya dikurangi. Jaga tanah dalam pot supaya tetap lembab dan tak jarang-sering menyemprotnya menggunakan air hangat. Potong jika terdapat daun-daun yg mati buat memberi ruang tumbuhnya daun baru.

    Tanaman Hias Palem Bambu dapat membersihkan udara dalam ruangan

    Palem Waregu

    Tanaman ini memerlukan cahaya terperinci untuk tumbuh subur. Pohon ini tumbuh subur pada area lembab, akan tetapi jaga supaya tidak terlalu banyak disirami air. Meskipun berfungsi menyedot polutan, palem bambu mungkin mengundang laba-laba atau serangga. Untuk mengantisipasinya, semprotkan cairan pestisida.

    Tanaman Hias Pakis Boston

    Pakis Boston

    Pakis Boston punya karakteristik yang spesifik, sehingga Anda gampang mengenalinya. Tiap helai daunnya mempunyai beberapa helaian lagi yg tampak misalnya jumbai-jumbai. Tanaman yang masih satu famili dengan pohon suplir ini mampu ditempatkan di lantai atau pot gantung. Pakis Boston menggunakan stomata menjadi penyedot racun formaldehid dan xylene, mengubahnya jadi zat berguna.

    Kunjingi pula artikel lainnya.

    Menanam Bunga Melati Di Pekarangan Rumah

    Menanam Bunga Melati Di Pekarangan Rumah

    Melati merupakan tanaman bunga hias berupa perdu berbatang tegak yang hidup menahun. Melati merupakan genus dari semak dan tanaman merambat dalam keluarga zaitun (Oleaceae). Terdiri dari sekitar 200 spesies tumbuhan asli daerah beriklim tropis dan hangat dari Eurasia, Australasia dan Oseania. Melati secara luas dibudidayakan untuk aroma khas bunga mereka. Di Indonesia, salah satu jenis melati dijadikan sebagai “puspa bangsa” atau simbol nasional yaitu melati putih (Jasminum sambac), karena bunga ini melambangkan kesucian dan kemurnian, serta dikaitkan dengan berbagai tradisi dari banyak suku di negara ini.

    Bunga ini merupakan suatu keharusan hiasan rambut pengantin dalam upacara perkawinan berbagai suku di Indonesia, terutama suku Jawa dan Sunda. Jenis lain yang juga populer adalah melati gambir (J. officinale). Di Indonesia nama melati dikenal oleh masyarakat di seluruh wilayah Nusantara. Nama-nama daerah untuk melati adalah Menuh (Bali), Meulu atau Riwat (Aceh), Menyuru (Banda), Melur (Gayo dan Batak Karo), Manduru (Menado), Mundu (Bima dan Sumbawa) dan Manyora (Timor), Melati Salam (UMI), Malete (Madura) serta Beruq-beruq(Mandar).

    Menanam bunga melati memang belum terlalu memasyarakat di Indonesia. Tanaman ini masih kalah populer bila dibandingkan dengan tanaman hias lainnya, seperti mawar dan kamboja jepang. Padahal tanaman hias bunga ini tidak kalah indah bila dijadikan tanaman penghias rumah apalagi baunya yang sangat wangi bisa dijadikan alternatif pewangi ruangan alami.

    Menanam Bunga Melati Di Pekarangan Rumah

    Bunga melati sendiri memiliki berbagai manfaat, seperti campuran teh atau bahan baku dalam pembuatan parfum. Pada intinya bunga ini sangat bermanfaat dan yang terpenting bunga melati sangat mudah untuk ditanam. Para ibu rumah tangga yang hobi berkebun bisa mencoba untuk menanam tanaman yang satu ini.

    Mulai menanam

    Melati bisa ditanam dengan cara stek, carilah tanaman melati yang sudah tua kemudian potong batangnya sekitar 12 cm. Selanjutnya siapkan polybag ukuran sedang yang sudah diisi dengan tanah, tancapkan batang tadi ke dalam polybag yang tadi sudah disiapkan. Letakkan polybag tersebut di tempat yang terkena sinar matahari dan lakukan penyiraman secara teratur pada pagi dan sore hari.

    Setelah batang stek tadi berumur sekitar dua bulan, pindahkan ke lahan yang lebih luas. Perlu diingat bahwa tanaman bunga melati merupakan jenis tanaman yang merambat sehingga membutuhkan lahan yang cukup luas. Lakukan penyiraman secara teratur sehari sekali dan lakukan pemupukan dengan pupuk kompos atau pupuk kandang sebulan sekali. Lalu lakukan penyiangan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman melati agar zat-zat yang diperlukan tanaman ini tidak diserap oleh gulma.

    Mulai muncul bunga

    Bila tanaman melati dirawat dengan baik maka saat tanaman berumur sekitar 8 bulan sudah mulai mengeluarkan bunga. Namun, bila melati dirawat dengan asal-asalan tanaman ini baru akan mengeluarkan bunga pada umur sekitar satu tahunan. Bunga melati bisa dipetik saat masih kuncup atau saat sudah mekar, wangi melati akan lebih maksimal bila bunga sudah mekar. Tanaman melati akan terus-terusan berbunga hingga sekitar 3 bulan lamanya meski jumlahnya akan semakin menurun.

    Silahkan untuk mencoba menanam melati di sekitar lingkungan rumah, siapa tahu bisa dikembangkan menjadi sebuah industri yang menguntungkan karena saat ini kebutuhan melati sangat besar dan para petani belum dapat mencukupinya.  Kunjungi juga artikel tanaman hias lainnya

    Tanaman Hias Akalipa atau Ekor Kucing

    Tanaman Hias Akalipa atau Ekor Kucing

    Akalipa atau ekor kucing adalah jenis flora hias yang termasuk dalam kelompok semak berkayu. Tanaman ini mempunyai ciri ciri pertumbuhan yang cepat. Tanaman hias ini tidak cocok kalau diletakkan didalam ruangan. Tanaman ini untuk tumbuh dengan baik butuh kelembaban tinggi. Kondisi udara yang kering akan mengakibatkan daun rontok dan timbulnya serangan tungau merah. Agar flora hias ini tetap dalam kondisi vigor perlu dilakukan pemangkasan yang teratur setiap tahun, pemangkasan dapat dilakukan sampai dengan  ½ ukuran. Bunga Akalipa yang mati dan bunga yang muncul pertama akan lebih baik jika dibuang.

    Tanaman Hias Akalipa atau Ekor Kucing

    Informasi Umum tentang Tanaman Akalipa

    • Acalypha hipsida = Chenille Plant = Red Hot Castail, belukar dengan tinggi 6 kaki, bunga biasanya berwarna merah, varietas Alba  bunganya berwarna putih.
    • Acalypha wilkesianan = Copperleaf = Daun tembaga
    • Warna daun merah tembaga cerah, panjang daun lebih kurang 5 inci, berbentuk semak dengan tinggi 4 kaki. Varietas yang bagus Godsefiana (warna dasar hijau dengan pinggiran putih) Musaica (merah, kuning dan perak)

    Tips Perawatan Akalipa

    1. Suhu hangat, 65-80 F
    2. Cahaya penuh sebaiknya bukan matahari langsung
    3. Pemberian air secara teratur agar media tetap lembab
    4. Penggantian media 1 kali setahun
    5. Perbanyakan dengan stek batang

    Tanaman Hias yang dijadikan Bunga Nasional

    Tanaman Hias yg dijadikan Bunga Nasional

    Terdapat 3 jenis tanaman hias bunga yang dijadikan sebagai simbol negara Indonesia atau Puspa. Bunga Nasional Indonesia adalah tiga jenis bunga yang ditetapkan oleh pemerintah dengan harapan mampu mewakili karakteristik bangsa dan negara Indonesia. Ketiga bunga nasional Indonesia tersebut adalah bunga melati (Jasminum sambac) yang ditetapkan sebagai puspa bangsa, bunga anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis) sebagai puspa pesona, dan padma raksasa atau bunga bangkai (Rafflesia arnoldi) sebagai puspa langka.

    Ketiga bunga nasional Indonesia (puspa) selengkapnya merupakan sebagai berikut:

    Bunga Melati Putih (Jasminum sambac), Puspa Bangsa.

    Bunga Melati Putih sebagai Puspa Bangsa

    Bunga melati (Jasminum sambac) atau disebut juga melati putih merupakan salah satu spesies melati yang berasal dari Asia Selatan. Tanaman perdu ini tersebar mulai dari daerah Hindustan, Indochina, Malaysia, hingga ke Indonesia. Bunga melati putih ditetapkan sebagai puspa bangsa, satu diantara tiga bunga nasional Indonesia.

    Bunga Melati (Jasminum sambac) merupakan flora perdu, berbatang tegak merayap, hidup menahun. Melati tumbuh baik pada iklim panas tropik, syarat tanah ringan, porus, berpasir hingga agak liat. Bunga melati berukuran kecil, umumnya berwarna putih, petala (mahkota bunga) selapis atau bertumpuk. Daun bentuk membulat.

    Ada sekitar 200 jenis melati yang sudah teridentifikasi, tetapi hanya 8-9 jenis yang umum dibudidayakan. Di Indonesia ada banyak nama lokal yang diberikan kepada bunga melati seperti, menuh (bali), Meulu Cina, Meulu Cut (Aceh), Malete (Madura), Menyuru (Banda), Melur (Gayo dan Batak Karo), Manduru (Menado), dan Mundu (Bima, Sumbawa). Melati mempunyai  bentuk mahkota yang sederhana. Melati memiliki bunga berwarna putih suci. Melati memiliki aroma yang lembut menenangkan. Melati tidak membutuhkan pemeliharaan yang rumit. Harga melati yang merakyat (relatif murah). Dari semua kelebihan melati itu, tidak berlebihan jika kemudian melati ditetapkan sebagai bunga bangsa, salah satu dari 3 bunga nasional Indonesia.

    Klasifikasi ilmiah melati adalah sebagai berikut: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Magnoliopsida; Ordo: Lamiales; Famili: Oleaceae; Genus: Jasminum; Spesies: Jasminum sambac. Sinonim: Nyctanthes sambac.

    Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis), Puspa Pesona.

    Anggrek Bulan sebagai Puspa Pesona

    Bunga anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis) ditetapkan sebagai puspa pesona, salah satu dari tiga puspa nasional Indonesia. Bunga anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis) merupakan salah satu jenis anggrek (Orchidaceae) yang mempunyai ciri khas kelopak bunga yang lebar dan berwarna putih.

    Anggrek bulan (Phalaenopsis amabilis) tumbuh liar dan tersebar luas mulai dari Indonesia, Indonesia, Papua, Filipina, Malaysia hingga ke Australia. Anggrek bulan hayati secara epifit yaitu menempel pada btg atau cabang pohon inang. Secara liar anggrek bulan mampu tumbuh sampai dalam ketinggian 600 meter dpl. Perawatan bunga Anggrek relatif gampang.

    Keelokan anggrek bulan ini yang kemudian mempesona semua pihak. Keelokannya yang mempesona  menjadi dasar pertimbangan sehingga anggrek bulanpun ditetapkan sebagai puspa (bunga) pesona menyandingi puspa bangsa dan puspa langka.

    Bagi Anda yg tertarik Budidaya Tanaman Bunga Anggrek sanggup di klik.

    Klasifikasi ilmiah anggrek bulan merupakan sebagai berikut: Karajan: Plantae; (tanpatingkat) Monocots; Ordo: Asparagales; Familia: Orchidaceae; Subsuku: Epidendroideae; Genus: Phalaenopsis; Spesies: Phalaenopsis amabilis.

    Padma Raksasa (Rafflesia arnoldi), Puspa Langka.

    Bunga Bangkai (Rafflesia arnoldi) sebagai Puspa Langka

    Padma Raksasa (Rafflesia arnoldi) ditetapkan menjadi puspa langka melengkapi Melati Putih (puspa bangsa) dan Anggrek Bulan (puspa pesona). Selain menjadi salah satu dari bunga nasional, Rafflesia arnoldii juga menjadi flora identitas provinsi Bengkulu.

    Rafflesia arnoldii atau padma raksasa yg merupakan flora endemik Sumatera adalah satu menurut sekitar 30-an jenis Rafflesia yang ditemukan di Asia Tenggara, mulai menurut semenanjung Malaya, Kalimantan, Stmatra, dan Filipina. Dinamakan padma raksasa lantaran ukuran bunganya yg bisa mencapai diameter 100 centimeter dengan berat 10 kg. Tumbuhan yang ditetapkan sebagai puspa langka ini nir memiliki btg, daun, juga akar yang sebenarnya. Tumbuhan ini hayati secara endoparasit pada tumbuhan inangnya. Satu-satunya bagian tumbuhan Rafflesia yg dapat ditinjau pada luar tanaman inangnya merupakan bunga bermahkota lima.

    Sampai waktu ini Rafflesia arnoldii nir pernah berhasil dikembangbiakkan pada luar tempat asal aslinya & jika akar atau pohon inangnya mangkat , Raflesia akan ikut tewas. Oleh karena itu Raflesia membutuhkan tempat asli hutan primer buat bisa bertahan hidup. Mungkin karena hal ini yang kemudian menjadi dasar pertimbangan sebagai akibatnya padma raksasa ditetapkan menjadi puspa langka Indonesia. Bersama melati putih (puspa bangsa) dan anggrek bulan (puspa pesona), Rafflesia arnoldii sebagai bunga nasional Indonesia.

    Patma raksasa sering disamakan dengan bunga bangkai (Amorphpophallus titanium). Padahal keduanya merupakan bunga yg tidak sinkron. Silahkan membaca perbedaannya pada artikel Perbedaan Rafflesia Arnoldii dan Bunga Bangkai.

    Klasifikasi ilmiah padma raksasa merupakan sebagai berikut: Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Magnoliopsida; Ordo: Malpighiales; Famili: Rafflesiaceae; Genus: Rafflesia; Spesies: Rafflesia arnoldi

    Ketiga bunga kebanggan Indonesia ini dibutuhkan mampu mewakili ciri bangsa dan negara Indonesia. Karena itu ketiganya kemudian ditetapkan sebagai bunga (puspa) nasional Indonesia. Itulah ke-3 tumbuhan hias bunga yg ditetapkan menjadi bunga bangsa atau simbol negara.

    Semoga berguna artikel ini, dan kunjungi jua artikel yang lainnya

    Tanaman Hias Bunga Matahari dan cara perawatanya

    Tanaman Hias Bunga Matahari & cara perawatanya

    Bunga Matahari (Helianthus annuus L) adalah tanaman hias bunga yang tumbuh semusim. Berasal dari suku kenikir-kenikiran (Asteraceae). Manfaat bunga matahari selain sebagai tanaman hias juga sebagai tanaman penghasil minyak. Bunga tanaman ini memiliki ciri khas yaitu besar, biasanya berwarna kuning terang, dengan kepala bunga yang besar (diameter bisa mencapai 30cm). Dalam atikel ini akan dibahas sedikit fakta tentang bunga matahari dan tips penanamnya.

    Tumbuhan terna semusim yang dari berdasarkan Amerika Tropik bagian utara (Meksiko), tinggi 3m hingga 5m tergantung varietasnya. Daun tunggal lebar. Batang umumnya ditumbuhi rambut kasar, tegak, sporadis bercabang. Bunga tersusun majemuk. Terdapat dua tipe bunga: bunga tepi atau bunga lidah yg membawa satu kelopak akbar berwarna kuning cerah & steril, dan bunga tabung yg fertil & menghasilkan biji. Bunga tabung ini jumlahnya mampu mencapai 2000 kuntum dalam satu tandan bunga. Penyerbukan terbuka (silang) & dibantu oleh serangga.

    Pada hari yang cerah, tandan bunga majemuk mengikuti konvoi harian Matahari (dari nama tanaman ini), yang gejalanya disebut heliotropisme. Tumbuhan mendapat keuntungan 10% lebih fotosintesis lantaran pergerakan ini. Buahnya bertipe butir kurung (achene). Buah kemarau berdinding agak keras & tidak terlalu tebal ini tak jarang disangka ‘biji’ bunga Matahari, karena memang nir dapat menggunakan gampang dibedakan. Biji yang sesungguhnya terletak di dalam, terlindung oleh buah yg serupa tempurung.

    Bunga Matahari sebetulnya adalah bunga majemuk, tersusun berdasarkan ratusan sampai ribuan bunga mini dalam satu bongkol. Bunga matahari pula mempunyai perilaku khas, yaitu bunganya selalu menghadap ke arah matahari atau heliotropisme. Orang Perancis menyebutnya tournesol atau "pengelana matahari". Namun demikian, sifat ini disingkirkan dalam banyak sekali kultivar baru buat produksi minyak lantaran memakan banyak tenaga dan mengurangi output. Keindahan bunga dati flora ini pula banyak menjadinya sebagai tanaman hias.

    Tanaman Hias Bunga Matahari & cara perawatanya

    Bunga Matahari (Helianthus annuus L)

    Bunga matahari merupakan bunga nasional RRC dan bunga resmi negara bagian Kansas, Amerika Serikat. Tumbuhan semusim ini berasal dari Amerika Tropik bagian utara (Meksiko). Tingginya 3m sampai 5m (tergantung varietasnya). Daunnya tunggal dan lebar. Batang biasanya ditumbuhi rambut kasar, tegak, jarang bercabang. Bunga tersusun majemuk. Terdapat dua tipe bunga: bunga tepi atau bunga lidah yang membawa satu kelopak besar berwarna kuning cerah dan steril, dan bunga tabung yang fertil dan menghasilkan biji. Bunga tabung ini jumlahnya bisa mencapai 2000 kuntum dalam satu tandan bunga. Penyerbukan terbuka (silang) dan dibantu oleh serangga. Pada hari yang cerah, tandan bunga majemuk mengikuti pergerakan harian matahari (asal nama tumbuhan ini), yang gejalanya disebut heliotropisme. Tumbuhan mendapat keuntungan 10% lebih fotosintesis karena pergerakan ini. Bijinya bertipe “achane”. Pada tipe ini, buah dan biji tidak dapat dengan mudah dibedakan.

    Tips & Perawatan Bunga Matahari

    Bunga matahari menyukai tanah yang subur dan hangat. Tumbuhan ini menyukai suasana yang cerah. Mengingat asalnya, tumbuhan ini cocok tumbuh pada tempat dengan iklim subtropik. Di daerah tropika hasilnya tinggi jika ditanam pada dataran tinggi. Di daerah beriklim sedang seperti Eropa tumbuhan ini hanya bisa ditanam pada musim semi hingga musim gugur dan harus dihindari terkena frost. Kerapatan tanam biasanya 60000 hingga 70000 tanaman per hektar.

    Cara menanam bunga matahari dalam skala kecil bisa dilakukan di halaman rumah atau bahkan di pot. Di halaman atau taman sebaiknya bunga ini ditanam sejajar atau berderet. Perawatannya cukup mudah dan tidak ribet. kunjungi juga artkel tentang tanaman obat

    Kriteria Tanaman yang Bisa Dibonsai

    Kriteria Tanaman Yang Dapat Dibonsai

    Bonsai  adalah tumbuhan atau pohon yang dikerdilkan di dalam pot dangkal dengan tujuan membuat miniatur dari bentuk asli pohon besar yang sudah tua di alam bebas. Penanaman (sai, 栽) dilakukan di pot dangkal yang disebut bon (盆). Istilah bonsai juga dipakai untuk seni tradisional Jepang dalam pemeliharaan tumbuhan atau pohon dalam pot dangkal, dan apresiasi keindahan bentuk dahan, daun, batang, dan akar pohon, serta pot dangkal yang menjadi wadah, atau keseluruhan bentuk tumbuhan atau pohon. Bonsai adalah pelafalan bahasa Jepang untuk penzai (盆栽). Seni ini mencakup berbagai teknik pemotongan dan pemangkasan tumbuhan , pengawatan (pembentukan cabang dan dahan pohon dengan melilitkan kawat atau membengkokkannya dengan ikatan kawat), serta membuat akar menyebar di atas batu.

    Pembuatan bonsai memakan waktu yang lama dan melibatkan berbagai macam pekerjaan, antara lain pemberian pupuk, pemangkasan, pembentukan tumbuhan , penyiraman, dan penggantian pot dan tanah. Tanaman atau pohon dikerdilkan dengan cara memotong akar dan rantingnya. Pohon dibentuk dengan bantuan kawat pada ranting dan tunasnya. Kawat harus sudah diambil sebelum sempat menggores kulit ranting pohon tersebut. Tanaman adalah makhluk hidup, dan tidak ada bonsai yang dapat dikatakan selesai atau sudah jadi. Perubahan yang terjadi terus menerus pada tumbuhan sesuai musim atau keadaan alam merupakan salah satu daya tarik bonsai.

    Tanaman hias atau pohon yang akan dibuat menjadi bonsai disebut dengan bakalan bonsai. Bakalan bonsai berupa tumbuhan yang diambil dari alam atau dari hasil perbanyakan, baik biji, setek, cangkok, okulasi, maupun enten. Dari mana pun asalnya, tumbuhan yang dimaksud harus memiliki kriteria-kriteria khusus untuk dapat dijadikan tumbuhan hias bonsai.

    Tanaman bonsai

    Jika suatu tumbuhan hias telah memenuhi kriteria-kriteria untuk bisa dibonsai, tumbuhan tersebut dapat dijadikan bonsai dengan nilai ekonomi tinggi (harga tinggi). Umumnya, tumbuhan yang akan dibonsai harus memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut :

    1. Tanaman dikotil, atau tumbuhan berkeping dua umumnya berbentuk pohon yang keras dan berekambium. Jenis tumbuhan inilah yang paling ideal dijadikan bonsai. Tanaman jenis monokotil (seperti jenis kelapa, bambu, semak dan perdu) bisa juga dikerdilkan, tetapi disebut denganbonsai sejati.

    2. Berumur panjang, pasalnya, bonsai merupakan seni yang terus tumbuh, sehingga memerlukan tumbuhan yang bisa bertahan hidup puluhan, bahkan ratusan tahun.

    3. Tahan hidup menderita, sebaiknya tahan hujan dan panas. Selain itu, juga tahan terhadap kondisi wadah yang sempit dan terbatas. Sebagai bonsai, tumbuhan harus biasa hidup terus meskipun jumlah makanan atau nutrisinya sedikit dengan perkembangan akar dan batang yang seadanya.

    4. Bentuknya latif secara alami. Pohon yg akan dibonsai harus telah memiliki daya tarik atau keindahan, baik daun, btg, akar, bunga, maupun buahnya. Keindahan tersebut akan semakin menonjol & proporsional sesudah menerima perlakuan sesuai dengan tata cara pembonsaian yang benar.

    5. Tahan mendapat perlakuan. Untuk mendapatkan bonsai yang sempurna, pohon atau bakal bonsai perlu diperlakukan dengan teknik-teknik tertentu (detraining, misalnya diiris, dipangkas, dan dililit dengan kawat guna untuk mendapatkan bentuk yang sempurna. Contoh tumbuhan yang bisa dibuat bonsai di antaranya, yaitu Azalea, Pinus, Asam, Ulmus, Jeruk, Beringin, Bougenvill, Buxux, Sianto, dan lain sebagainya.

    Demikian sedikit penjelasan tentang kriteria tumbuhan yang bisa dibonsai. Semoga bermanfaat bagi Anda yang sedang ingin membuat bonsai. Kunjungi juga artikel tentang tumbuhan hias lainnya

    yang tentunya bermanfaat, Terima kasih

    Jenis dan Macam Media Tanam dari Bahan Anorganik

    Media Tanam dari Bahan Anorganik berupa bahan bahan dengan kandungan unsur mineral tinggi dan berasal dari proses pelapukan batuan induk yang ada di dalam bumi. Proses pelapukan tersebut bisa diakibatkan oleh berbagai sebab, yaitu pelapukan secara fisik, biologi-mekanik, maupun kimiawi. Media tanam dari bahan anorganik biasanya tidak dapat berdiri sendiri dalam arti harus dipadukan dengan media tanam dari bahan organik. Apa saja bahan bahan yang bisa dipergunakan sebagai media tanam dari bahan anorganik ini.

    Jenis dan Macam Media Tanam dari Bahan Anorganik

    Beberapa jenis bahan anorganik yang biasa dijadikan sebagai media tanam adalah kerikil, pecahan batu bata, spons, tanah liat, gel, pasir, vermikulit, dan perlit. Berbagai media tanam ini akan sangat cocok digunakan sebagai media pembuat taman vertikal. Masing masing dari contoh media tanam anorganik ini memiliki fungsi dan kegunaan berbeda beda. Berikut penjelasannya.

    Pecahan Batu Bata

    Pecahan batu bata jua bisa dijadikan alternatif menjadi media tanam. Seperti halnya bahan anorganik lainnya, media jenis ini jua berfungsi buat melekatkan akar. Sebaiknya, berukuran batu-bata yang akan digunakan sebagai media tanam dibuat keeil, seperti kerikil, menggunakan ukuran sekitar dua-3 em. Semakin keeil ukurannya, kemampuan daya serap batu bata terhadap air maupun unsur hara akan semakin balk. Selain itu, ukuran yg semakin keeil juga akan membuat peredaran udara & kelembapan pada sekitar akar tumbuhan berlangsung lebih baik.

    Hal yang perlu diperhatikan pada penggunaan media tanam ini merupakan kondisinya yg miskin hara. Selain itu, kebersihan & kesterilan pecahan batu bata yg belum tentu terjamin. Oleh karenanya, penggunaan media ini perlu ditambahkan dengan pupuk sangkar yg komposisi haranya diubahsuaikan menggunakan kebutuhan flora.

    Walaupun miskin unsur hara, media pecahan batu bata nir mudah melapuk. Dengan demikian, pecahan batu bata cocok digunakan menjadi media tanam di dasar pot karena mempunyai kemampuan drainase dan aerasi yg baik. Tanaman yg tak jarang menggunakan pecahan batu bata sebagai media dasar pot merupakan flora bunga anggrek.

    Spons (floralfoam)

    Para hobiis yang bergerak pada budi daya tumbuhan hias sudah seringkali memanfaatkan spans menjadi media tanam anorganik. Dilihat berdasarkan sifatnya, spans sangat ringan sehingga gampang dipindah-pindahkan dan ditempatkan di mana saja. Walaupun ringan, media jenis ini nir membutuhkan pemberat karena selesainya direndam atau disiram air akan sebagai berat dengan sendirinya sebagai akibatnya dapat menegakkan tanaman .

    Kelebihan lain menurut media tanam spans merupakan tingginya daya serap terhadap air & unsur hara esensial yg biasanya diberikan dalam bentuk larutan. Tetapi, penggunaannya nir tahan lama karena bahannya mudah musnah. Oleh karenanya, apabila spans telah terlihat tidak layak pakai (mudah musnah saat dipegang), sebaiknya segera diganti menggunakan yang baru. Berdasarkan kelebihan & kekurangannya tadi, spans seringkali digunakan menjadi media tanam buat tanaman hias bunga pangkas (cutting flower) yg penggunaannya eenderung hanya ad interim saat saja.

    Tanah Liat

    Tanah liat adalah jenis tanah yg bertekstur paling halus dan lengket atau berlumpur. Karakteristik dari tanah liat adalah mempunyai poripori ukuran keeil (pori-pori mikro) yg lebih poly daripada pori-pori yang berukuran besar (pori-pori makro) sehingga memiliki kemampuan mengikat air yg eukup bertenaga. Pori-pori mikro merupakan pori-pori halus yg berisi air kapiler atau udara. Sementara pori-pori makro merupakan pori-pori kasar yg berisi udara atau air gravitasi yg mudah hilang. Ruang berdasarkan setiap pori-pori mikro berukuran sangat sempit sehingga mengakibatkan peredaran air atau udara sebagai lamban.

    Pada dasarnya, tanah liat bersifat miskin unsur hara sehingga perlu dikombinasikan menggunakan bahan-bahan lain yg kaya akan unsur hara. Penggunaan tanah liat yg dikombinasikan menggunakan bahan-bahan lain misalnya pasir dan humus sangat cocok dijadikan menjadi media penyemaian, eangkok, dan bonsai.

    Gel

    Gel atau hidrogel adalah kristal-kristal polimer yang acapkali dipakai sebagai media tanam bagi tumbuhan hidroponik. Penggunaan media jenis ini sangat simpel & efisien lantaran nir perlu repot-repot untuk membarui menggunakan yang baru, menyiram, atau memupuk. Selain itu, media tanam ini juga memiliki keanekaragaman rona sehingga pemilihannya bisa diadaptasi dengan selera & rona tanaman . Oleh karena itu, hal tadi akan membangun keindahan dan keasrian tanaman hias pada ruang pada ruangan atau ruang kerja.

    Hampir semua jenis tumbuhan hias indoor mampu ditanam pada media ini, misalnya philodendron & anthurium. Namun, gel tidak eaeak buat tumbuhan hias berakar keras, seperti adenium atau flora hias bonsai. Hal itu bukan dikarenakan ketidakmampuan gel pada memasok kebutuhan air, tetapi lebih dikarenakan pertumbuhan akar flora yang mengeras sebagai akibatnya mampu menciptakan vas pecah. Sebagian akbar nursery lebih menentukan gel sebagai pengganti tanah untuk pengangkutan flora pada jeda jauh. Tujuannya supaya kelembapan tanaman tetap terjaga.

    Keunggulan lain menurut gel yaitu permanen anggun meskipun bersanding dengan media lain. Di Jepang gel dipakai sebagai komponen terarium beserta dengan pasir. Gel yang berwarna-warni dapat memberi kesan hayati pada taman miniatur tadi.

    Pasir

    Pasir tak jarang dipakai sebagai media tanam cara lain untuk menggantikan fungsi tanah. Sejauh ini, pasir dipercaya memadai dan sesuai jika dipakai sebagai media buat penyemaian benih, pertumbuhan bibit tumbuhan, dan perakaran setek btg tumbuhan. Sifatnya yg cepat kemarau akan memudahkan proses pengangkatan bibit tanaman yg dianggap telah relatif umur buat dipindahkan ke media lain. Sementara bobot pasir yg cukup berat akan mempermudah tegaknya setek batang. Selain itu, keunggulan media tanam pasir adalah kemudahan pada penggunaan dan dapat menaikkan sistem aerasi dan drainase media tanam. Pasir malang & pasir bangunan merupakan Jenis pasir yg tak jarang dipakai sebagai media tanam.

    Oleh karena memiliki pori-pori ukuran besar (pori-pori makro) maka pasir sebagai mudah basah & cepat kering oleh proses penguapan. Kohesi dan konsistensi (ketahanan terhadap proses pemisahan pasir sangat mini sehingga mudah terkikis sang air atau angin. Dengan demikian, media pasir lebih membutuhkan pengairan & pemupukan yang lebih intensif. Hal tadi yang mengakibatkan pasir sporadis digunakan sebagai media tanam secara tunggal.

    Penggunaan pasir seoagai media tanam sering dikombinasikan menggunakan adonan bahan anorganik lain, seperti kerikil, batu-batuan, atau bahan organik yang diadaptasi dengan jenis tumbuhan hias.

    Pasir pantai atau semua pasir yg asal berdasarkan daerah yang bersersalinitas tinggi adalah jenis pasir yang harus dihindari buat :gunakan sebagai media tanam, kendati pasir tersebut sudah dicuci :erlebih dahulu. Kadar garam yang tinggi pada media tanam bisa ,enyebabkan flora menjadi merana. Selain itu, organ-organ tanaman , misalnya akar & daun, pula memperlihatkan gejala terbakar yang selanjutnya menyebabkan kematian jaringan (nekrosis).

    Kerikil

    Pada dasarnya, penggunaaan kerikil sebagai media tanam  dari bahan anorganik memang tidak jauh berbeda dengan pasir. Hanya saja, kerikil memiliki pori-pori makro lebih banyak daripada pasir. Kerikil sering digunakan sebagai media untuk budi daya tanaman secara hidroponik. Penggunaan media ini akan membantu peredaran larutan unsur hara dan udara serta pada prinsipnya tidak menekan pertumbuhan akar. Namun, kerikil memiliki kemampuan mengikat air yang relatif rendah sehingga mudah basah dan cepat kering jika penyiraman tidak dilakukan secara rutin.

    Seiring kemajuan teknologi, saat ini banyak dijumpai kerikil buatan. Sifat kerikil buatan cenderung menyerupai batu apung, yakni mempunyai rongga-rongga udara sebagai akibatnya mempunyai bobot yang ringan. Kelebihan kerikil buatan dibandingkan dengan kerikil biasa merupakan kemampuannya yang cukup baik pada menyerap air. Selain itu, sistem drainase yg didapatkan jua baik sebagai akibatnya permanen dapat mempertahankan kelembapan dan sirkulasi udara pada media tanam.

    Vermikulit & Perlit

    Vermikulit merupakan media anorganik steril yang dihasilkan menurut pemananasan kepingan-kepingan mika dan mengandung potasium & Helium. Berdasarkan sifatnya, vermikulit adalah media tanam yang memiliki kemampuan kapasitas tukar kation yg tinggi, terutama pada keadaan padat & dalam ketika basah. Vermikulit dapat menurunkan berat jenis, dan menaikkan daya serap air apabila dipakai sebagai adonan media flora. Apabila dipakai menjadi adonan media tanam, vermikulit bisa menurunkan berat jenis & menaikkan daya absorpsi air sehingga sanggup dengan gampang diserap oleh akar tanaman .

    Berbeda dengan vermikulit, perlit merupakan produk mineral berbobot ringan serta memiliki kapasitas tukar kation dan daya serap air yang rendah. Sebagai campuran media tanam, fungsi perlit sama dengan Vermikulit, yakni menurunkan berat jenis & menaikkan daya serap air. Penggunaan vermikulit & perlit sebagai media tanam usahakan dikombinasikan dengan bahan organik buat mengoptimalkan flora dalam menyerap unsur-unsur hara.

    Gabus (styrofoam)

    Styrofoam merupakan bahan anorganik yg terbuat menurut kopolimer styren yang bisa dijadikan menjadi cara lain media tanam. Mulanya, styrofoam hanya digunakan menjadi media aklimatisasi (penyesuaian diri) bagi tanaman sebelum ditanam pada lahan. Proses aklimatisasi tadi hanya bersifat sementara. Styrofoam yg digunakan berbentuk kubus jengan ukuran (1 x 1 x 1) cm.

    Sekarang, beberapa nursery memakai styrofoam sebagai adonan media tanam buat menaikkan porousitas media tanam. Untuk keperluan ini, styrofoam yang digunakan dalam bentuk yang sudah dihancurkan sehingga menjadi bola-bola kecil, berukuran sebanyak biji kedelai. Penambahan styrofoam ke dalam media tanam membuatnya sebagai ringan. Namun, media tanam tak jarang dijadikan sarang oleh semut.

    Cara Budidaya Tanaman Hias Bunga Krisan

    Tanaman Hias Bunga Krisan atau yang lebih populer dan dikenal dengan nama chrysantemum. Bunga Krisan atau chrysantemum dalam bahasa Yunani yang mempunyai arti Kuning Megah. Budidaya tanaman hias ini banyak dilakukan karena memiliki nilai bisnis yang lumayan. Bagi Anda yang tertarik melakukan budidaya bunga krisan baik sekedar hobi atau komersil, kali ini kami sajikan Panduan Lengkap Budidaya Tanaman Hias Bunga Krisan.

    Panduan Lengkap Budidaya Tanaman Hias Bunga Krisan

    Syarat  Tumbuh Tanaman  Krisan

    Iklim

    Tanaman krisan membutuhkan air yang memadai, namun tidak tahan terhadap terpaan air hujan. Oleh karenanya untuk wilayah yg curah hujannya tinggi, penanaman dilakukan di pada bangunan rumah plastik.

    Untuk pembungaan membutuhkan cahaya yg lebih usang yaitu dengan donasi cahaya dari lampu TL dan lampu pijar. Penambahan penyinaran yg paling baik adalah tengah malam antara jam 22.30?01.00 dengan lampu 150 watt untuk areal 9 m dua dan lampu dipasang setinggi 1,5 m menurut permukaan tanah. Periode pemasangan lampu dilakukan hingga fase vegetatif (2-8 minggu) buat mendorong pembentukan bunga.

    Suhu udara terbaik buat wilayah tropis misalnya Indonesia merupakan antara 20-26 derajat C. Toleran suhu udara untuk permanen tumbuh merupakan 17-30 derajat C. Tanaman krisan membutuhkan kelembaban yg tinggi buat awal pembentukan akar bibit, setek diharapkan 90-95%. Tanaman belia hingga dewasa antara 70-80%, diimbangi dengan sirkulasi udara yg memadai. Kadar CO2 pada alam kurang lebih 3000 ppm. Kadar CO2 yg ideal untuk memacu fotosistesa antara 600-900 ppm. Pada pembudidayaan flora krisan dalam bangunan tertutup, seperti rumah plastik, greenhouse, bisa dibubuhi CO2, hingga mencapai kadar yang dianjurkan.

    Ketinggian loka yg ideal untuk budidaya flora ini antara 700?1200 m pada atas permukaan bahari

    Media Tanam

    Tanah yg ideal buat tanaman krisan adalah bertekstur liat berpasir, subur, gembur dan drainasenya baik, nir mengandung hama dan penyakit. Derajat keasaman tanah yg baik buat pertumbuhan tanaman sekitar 5,lima – 6,7.

    Cara Memperbanyak Tanaman Krisan

    Pembibitan

    Bibit diambil dari induk sehat, berkualitas prima, daya tumbuh tanaman kuat, bebas dari hama dan penyakit dan komersial di pasar. Pembibitan krisan dilakukan dengan cara vegetatif yaitu dengan  anakan, setek pucuk dan kultur jaringan.

    Tentukan tanaman yg sehat & cukup umur. Pilih tunas pucuk yg tumbuh sehat, diameter pangkal tiga-5 mm, panjang lima cm, mempunyai 3 helai daun dewasa berwarna hijau jelas, pangkas pucuk tadi, eksklusif semaikan atau disimpan pada ruangan dingin bersuhu udara 4 derajat C, menggunakan kelembaban 30 % supaya permanen tahan segar selama tiga-4 minggu. Cara penyimpanan stek adalah dibungkus menggunakan beberapa lapis kertas tisu, lalu dimasukan ke pada kantong plastik rata-homogen 50 stek.

    Penyiapan bibit dengan kultur jaringan :

    • Tentukan mata tunas atau eksplan dan ambil dengan pisau silet, stelisasi mata tunas dengan sublimat 0,04 % (HgCL) selama 10 menit, kemudian bilas dengan air suling steril. Lakukan penanaman dalam medium MS berbentuk padat. Hasil penelitian lanjutan perbanyakan tanaman krisan secara kultur jaringan:
    • Medium MS padat ditambah 150 ml air kelapa/liter ditambah 0,5 mg NAA/liter ditambah 1,5 mg kinetin/liter, paling baik untuk pertumbuhan tunas dan akar eksplan. Pertunasan terjadi pada umur 29 hari, sedangkan perakaran 26 hari.
    • Medium MS padat ditambah 150 ml air kelapa/liter ditambah 0,5 mg NAA/liter ditambah 0,5 BAP/liter, kalus bertunas waktu 26 hari, tetapi medium tidak merangsang pemunculan akar.
    • Medium MS padat ditambah 0,5 mg NAA/liter ditambah 0,5-0.2 mg kinetin/liter ditambah 0,5 mg NAA/liter ditambah 0,5-2,0 BAP/liter pada eksplan varietas Sandra untuk membentuk akar pada umur 21-31 hari.

    Penyiapan bibit pada skala komersial dilakukan dengan dua termin yaitu:

    1. Stok tanaman induk :

    Fungsinya untuk menghasilkan bagian vegetatif sebesar mungkin menjadi bahan tumbuhan Ditanam pada areal spesifik terpisah dari areal budidaya. Jumlah stok flora induk disesuaikan dengan kebutuhan bibit yg telah direncanakan. Tiap tanaman induk menghasilkan 10 stek per bulan, & selama 4-6 bulan dipelihara memproduksi sekitar 40-60 stek pucuk. Pemeliharaan syarat lingkungan berhari panjang dengan penambahan cahaya 4 jam/hari mulai 23.30?03.00 lampu pencahayaan bisa dipilih Growlux SL 18 Philip.

  • Perbanyakan vegetatif tanaman induk.
    • Pemangkasan pucuk, dilakukan pada umur 2 minggu setelah bibit ditanam, dengan cara memangkas atau membuang pucuk yang sedang tumbuh sepanjang 0,5-1 cm.
    • Penumbuhan cabang primer. Perlakuan pinching dapat merangsang pertumbuhan tunas ketiak sebanyak 2-4 tunas. Tunas ketiak daun dibiarkan tumbuh sepanjang 15-20 cm atau disebut cabang primer.
    • Penumbuhan cabang sekunder. Pada tiap ujung primer dilakukan pemangkasan pucuk sepanjang 0,5-1 cm, pelihara tiap cabang sekunder hingga tumbuh sepanjang 10-15 cm.

    Teknik Penyemaian Bibit

    • Penyemaian di bak

    Siapkan tempat atau huma pesemaian berupa bak-bak ukuran lebar 80 cm, kedalaman 25 cm, panjang diubahsuaikan menggunakan kebutuhan dan sebaiknya bak berkaki tinggi. Bak dilubangi buat drainase yg berlebihan. Medium semai berupa pasir steril sampai cukup penuh. Semaikan setek pucuk menggunakan jeda 3 cm x tiga cm & kedalaman 1-2 cm, sebelum ditanamkan diberi Rotoon (ZPT). Setelah tanam pasang sungkup plastik yg transparan pada seluruh bagian atas.

  • Penyemaian kultur jaringan
  • Bibit kecil dalam botol dipindahkan ke pesemaian beisi medium berpasir steril dan bersungkup plastik tembus cahaya.

    Pemeliharaan Tanaman Krisan

    Untuk pemeliharaan, penyiraman dilakukan menggunakan sprayer dua-tiga kali sehari, pasang bola lampu buat pertumbuhan vegetatif, penyemprotan pestisida bila tanaman pada serang hama atau penyakit. Buka sungkup pesemaian pada sore hari dan malam hari, terutama pada beberapa hari sebelum pindah ke lapangan. Pemeliharaan dalam kultur jaringan dilakukan pada ruangan aseptik, setelah bibir ukuran cukup besar , diadaptasikan secara bertahap ke lapangan terbuka.

    Bibit stek pucuk siap dipindahtanamkan ke kebun dalam umur 10-14 hari selesainya semai & bibit berdasarkan kultur jaringan bibit siap pindah yang telah berdaun 5-7 helai & dengan tinggi 7,lima-10 centimeter.

    Hama & Penyakit

    Berbagai hama yg seringkali menjadi pengganggu pada tanaman hias bunga krisan:

    1. Ulat tanah (Agrotis ipsilon)

    Gejala: memakan & memotong ujung btg flora muda, sehingga pucuk dan tangkai terkulai.

    Pengendalian: mencari dan mengumpulkan ulat dalam senja hari & semprot dengan insektisida.

  • Thrips (Thrips tabacci)
  • Gejala: pucuk & tunas-tunas samping berwarna keperak-perakan atau kekuning-kuningan seperti perunggu, terutama dalam bagian atas bawah daun.

    Pengendalian: mengatur ketika tanam yang baik, memasang perangkap berupa lembar kertas kuning yg mengandung perekat, contohnya IATP buatan Taiwan.

  • Tungau merah (Tetranycus sp)
  • Gejala: daun yang terserang berwarna kuning kecoklat-coklatan, terpelintir, menebal, dan bercak-bercak kuning sampai coklat.

    Pengendalian: memotong bagian flora yang terserang berat dan dibakar dan penyemprotan pestisida.

  • Penggerek daun (Liriomyza sp) :
  • Gejala: daun menggulung seperti terowongan kecil, berwarna putih keabu-abuan yang mengelilingi permukaan daun.

    Pengendalian: memotong daun yang terserang, penggiliran tumbuhan, dengan aplikasi insektisida.

    Berbagai penyakit dalam flora hias bunga krisan:

    1. Karat/Rust

    Penyebab: fungi Puccinia sp. Karat hitam disebakan oleh cendawan P chrysantemi, karat putih disebabkan sang P horiana P.Henn.

    Gejala: pada sisi bawah daun terdapat bintil-bintil coklat/hitam dan terjadi lekukan-lekukan mendalam yg berwarna pucat pada permukaan daun permukaan. Jika agresi hebat meyebabkan terhambatnya pertumbuhan bunga.

    Pengendalian: menanam bibit yg tahan hama & penyakit, perompesan daun yg sakit, memperlebar jeda tanam dan penyemprotan insektisida.

  • Tepung oidium
  • Penyebab: fungi Oidium chrysatheemi.

    Gejala: bagian atas daun tertutup dengan lapisan tepung putih. Pada agresi hebat daun pucat dan mengering.

    Pengendalian: memotong/memangkas daun tumbuhan yg sakit & penyemprotan fungisida.

  • Virus kerdil dan mozaik
  • Penyebab: virus kerdil krisan, Chrysanhenumum stunt Virus dan Virus Mozaoik Lunak Krisan (Chrysanthemum Mild Mosaic Virus).

    Gejala: tumbuhan tumbuhnya kerdil, tidak menciptakan tunas samping, berbunga lebih awal daripada tumbuhan sehat, warna bunganya menjadi pucat.

    Penyakit kerdil ditularkan oleh indera-alat pertanian yg tercemar penyakit & pekerja kebun.

    Virus mosaik mengakibatkan daun belang hijau dan kuning, kadang-kadang bergaris-garis.

    Pengendalian: menggunakan bibit bebas virus, mencabut tumbuhan yg sakit, memakai indera-indera pertanian yang bersih & penyemprotan insektisida buat pengendalian vektor virus. Budidaya Tanaman Krisan nir begitu sulit buat dilakukan. Mengingat banyak sekali manfaat & nilai usaha menurut bunga yang satu ini, maka budidaya tumbuhan krisan bisa Anda coba.